You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Randuputih
Logo Desa Randuputih
Randuputih

Kec. Dringu, Kab. Probolinggo, Provinsi Jawa Timur

Sekar Tanjung

SATIMIN 08 Agustus 2024 Dibaca 991 Kali
Sekar Tanjung

SEKAR TANJUNG RANDUPUTIH

(TABURAN SEMERBAK BUNGA DI UJUNG PANTAI RANDUPUTIH)

Seni dan budaya merupakan produk dari kreatifitas manusia yang digunakan sebagai alat ekspresi keinginan, pemikiran dan pemahaman terhadap alam - Iingkungan. Dengan memasukkan unsur keindahan dan kebenaran subjektif maupun universal, seni dan budaya berkembang dan diterapkan dalam masyarakat.

kebudayaan Indonesia adalah cerminan dari kehidupan masyarakat yang harmonis, menghargai keragaman, dan berkomitmen pada pelestarian alam serta warisan budaya. Dengan mengenal dan memahami filosofi ini, kita dapat lebih menghargai kekayaan dan keunikan Indonesia sebagai bangsa

seni lahir berkat budaya yang berkembang di masyarakat. Tanpa budaya, sebuah seni tidak akan tercipta. Baik budaya maupun seni, keduanya saling memengaruhi satu sama lain. Sebab, seni dan budaya muncul berkat kepiawaian manusia.

Desa Randuputih merupakan Desa yang kaya akan Kesenian (Kesenian Tradisional maupun Kontemporer)

Pada tahun 1950.an desa Randuputih pertama kali menggagas Ketoprak atau Kesenian  Ludruk Madura. Yang Ketika itu  Bernama:

  1. Ketoprak Rukun 1 ( 1950 S/D 1967)
  2. Ketoprak Rukun 2 ( 1953  s/d 1967)
  3. Ketoprak Rukun Santoso (Santoso) 1967 s/d 1975
  4. Ketoprak Ramayana (Isfari Sidik) 1975 s/d 1997
  5. Ketoprak Sri Rama (Buadi) 1999 s/d 2012
  6. Ketoprak Surya Kemala (M.Arifin) 2001 s/d 2013
  7. Ketoprak Rukun Budaya 2013 sampai Sekarang masih eksis dengan Pimpinan Muhammad Harun

Seiring perkembangan Zaman Kesenian Tardisional sedikit mengalami pergerusan Zaman dengan memoles menjadi Kesenian Tradisional Kontemporer, sehingga di Desa Randuputih ada 2 Kesenian Kontemporer (Duk duk Klabang Songo ) yaitu

  1. Bunga Sri Rama 2012 s/d 2019
  2. Sekartanjung 2008 sampai Sekarang

Berbicara  Musik Duk duk “Sekar Tanjung” berawal pada Tahun 2008 Paguyuban Wali Murid di SDN Randuputih 2 membentuk sebuah Paguyuban yang Khusus utntuk melestarikan Kesenian dan Budaya Lokal :

Dimulai dari dengan kesenian Re re re dengan Musik Kenong Telok dikombinasikan dengan Drum bekas dengan Musisi maupun Penari Dari Murid SDN Randuputih 2

 

 

Seiring berjalannya waktu  pada akhir 2010 berkembang menjadi music duk duk ato yang lebih di kenal dengan Klabang Songo ,dengan inisiator

  1. Sujoko
  2. Sugiono
  3. Nungung Sumitro
  4. Ahmad Arifin

 yang pada saat itu banyak Pemuda Randuputih yang ikut berlatih di Klabang Songo Kota Probolinggo yang pada akhirnya Ilmu tersebut di kembangkan di desa Randuputih

Dengan Musik Duk duk serta diiringi para Penari Lokal Randuputih  sekar tanjung dengan ciri khasnya Sering mendapat Job dari Dinas di Tingkat Kabupaten.

Pada Tahun 2012 Sejak dikembangkan menjadi Musik Daul ato yang lebih terkenal dengan Kalabang Songo , dekorasi kereta dorong yang artistic,   

dengan berbagai Rintangan yang ada berkat Kekompakan Paguyuban dibantu oleh Pihak SDN Randuputih II , maka Ketika itu Tujuan dari Paguyuban tercapai  Memiliki Dekorasi Klabang Songo yang diberi Nama sesuai Konsep Awal Yaitu  “Sekar Tanjung” yang hingga saat ini telah mengalami 3 kali rehab atas dekor tersebut,

Sejak dikembangkan menjadi Musik Daul ato yang lebih terkenal dengan Kalabang Songo , “Sekar Tanjung” mengembangkan sayapnya sehingga makin membumi di Kawasan Probolinggo bahkan pernah Live show di Madura , Gresik  Banyuwangi dan Kota kota lain di Jawa Timur   dengan segala Event  diantaranya : Pernikahan , Khitanan,  Kegiatan Bersih Desa , Karnaval Agustusan  maupun kirab Budaya lainya

Musik Daul merupakan pengembangan musik duk duk, yang sejak awal menjadi musik yang punya ciri khas. Musik ini dimainkan dengan pukulan monoton namun melahirkan irama dinamis sebagaimana musik-musik pada umumnya.

Adapun lagu-lagu yang dinyanyikan adalah lagu-lagu daerah, melayu, kasidah, dan lain-lain, baik yang bernada pentatonic  5 nada primer atau diatonic 7 nada. 

Teknik permainan alat musik yang digunakan yaitu perpaduan tradisional dengan kontemporer.

Untuk lebih menarik perhatian penonton kami juga menyajikan Tarian Tradisional yang di Kolaborasikan  dengan Jenis Musik Modern

Sekar Tanjnung dengan Personil kurang lebih 50.Orang telah terkonsep dengan Lay Out :

 

  1. Barisan terdepan para Penari dengan goyangan yang gemulai
  2. Dekorasi Kereta Dorong yang Artistic
  3. Di atas Dekorasi Kereta Dorong selain para Musisi, juga disediakan tempat khusus bagi : Pengantin, Kepala Desa, Camat, Kepala Dinas , Bupati /Gubernur
  4. Barisan yang terakhir , mereka yang dibelakang layar kehadirannya sangat kami butuhkan (Pendorong Kereta) serta Operator Sound System

Kesenian merupakan salah satu unsur kebudayaan, yang dilakukan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan, baik dalam sistem kepercayaan, sistem sosial, maupun sebagai sarana hiburan

  1. adanya Budaya Lokal/Hukum Adat yang Mendorong Upaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Kesenian, adat istiadat dan/atau motto/slogan/jargon dan/atau Upaya perangkat desa beserta elemen masyarakat mensosialisasikan pencegahan korupsi dengan memadukan kearifan lokal setempat yang dilengkapi narasi dari 9 nilai antikorupsi dan diupload diwebsite dan media sosial (baik video maupun artikel) 

 

Untuk itu kami Paguyuban Sekar Tanjung berkomitment untuk memlihara serta meningkatkan Kreatifitas , Dalam hal ini kami sangat memerlukan suatu konsep manajemen, karena kegiatan di dalam Paguyuban  tidak hanya sebatas memproduksi atau menghasilkan karya seni, namun dalam proses tersebut terdapat tahap- tahap yang harus dilalui. Dalam hal Mendorong Upaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi kami berkomitmen untuk mensosialisasikan setiap Moment kami dalam rangka pencegahan Korupsi Utamanya di Desa Kami , tentunya kami  berkomitmen untuk : JUJUR, PEDULI, MANDIRI, DISIPLIN, TANGGUNG JAWAB, KERJA KERAS, SEDERHANA, BERANI, DAN ADIL. Serta mempunya Slokan diantaranya :

  1. Korupsi melukai hati rakyat, bukan hatimu sendiri. Karena hati para koruptor sudah tidak mempan untuk dilukai.
  2. Cintailah Seni dan Budaya karena kebencian hanya ada pada
  3. Kita patut Bangga berada di bagian Seni dan Budaya , tapi tidak bangga terhadap Korupsi
  4. Kami Cinta Seni dan Budaya , tapi Kami tetap Benci Koruptor

 

Salam Kesenian, Berkarya, Berestetika, Berinovatif, Jauhi Korupsi

.

Randuputih, 08-08-2024

Satri@-781

 

Dokumen Lampiran

1723096494930091.pdf
Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan